Sosial Media Sarana Sosialisasi

Tugas Makalah
“Sosial Media Sarana Sosialisasi Remaja”
Dosen
Sri Hermawati



Nama penulis :
Abiyu Daniswara ( 50415043 )
Kelas : 1IA08
Fakultas Teknologi Industri



Kata Pengantar
Puji dan syuur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah yang berjudul “Sosial Media di Kalangan Remaja”. Atas dukungan materi yang dicari, penulis mengucapkan terima kasih kepada internet.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

    Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
  
BAB I
Pendahuluan
     1.     1.  Latar Belakang
Teknologi semakin maju dari masa ke masa sesuai dengan pola pikir manusia yang sudah berkembang. Kemajuan ini bisa membantu manusia dalam bersosialisasi. Bersosialisasi memberikan dampak yang baik untuk menjalin hubungan antar sesama. Ini diwujudkan dengan diciptakanya Sosial Media.
Sosial Media adalah tempat bersosialisasi melalui dunia maya tanpa bisa dilihat orang lain. Ini berarti sosial media bersifat privasi atau tertutup. Dikarnakan ketidak inginannya si pemilik sosial media untuk mempublikasikan tentang topic yang mereka bahas di dalam.
Di jaman yang modern ini, kalangan muda sudah banyak menggunakan sosial media. Untuk bersosialisasi saja dibutuhkan setidaknya empat sampai lima sosial media yang berbeda. Entah itu untuk update musik, update tempat, update foto dan berpuisi. Tetapi, tidak untuk membuat kerusuhan di dunia maya.

     1.               2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui pengaruh sosial media terhadap sosialisasi lingkungan remaja
2.      Mengetahui dampak positif dan negatif sosial media
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
1.      Memberikan pengetahuan baru


BAB II
Pembahasan
2.                 1. Landasan Teori
Pemuda adalah generasi yang diharapkan terhadap bangsa dan negaranya untuk meneruskan generasi sebelumnya. Tapi terkkadang pemuda zaman sekarang tidak menyadari bahwa didiri mereka terbebani menjadi pengganti generasi sebelumnya. Sementara sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu. Namun, sosialisasi kini bisa menggunakan banyak alat perantara seperti internet.
Internet berkembang secara luas. Dengan adanya internet, kita bisa mencari, mengambil lalu mengeluarkan pendapat. Karna itu, kita mengenal apa yang dinamakan berselancar di dunia maya. Dengan adanya dunia maya manusia semakin bebas beraktivitas tanpa diketahui orang lain. Hal ini dimanfaatkan oleh pakar teknologi untuk menciptakan sosial media. Sosial media adalah salah satu sarana yang dipakai di dunia maya untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Teori-teori yang menjadi garis besar terhadap media sosial atau media sosial menurut para                    ahli sebagai berikut :
1.      Lisa Buyer (The Buyer Group)
Lisa Buyer mendefinisikan media sosial sebagai bentuk hubungan masyarakat (humas) yang               paling transparan, menarik dan interaktif pada saat ini.
2.      Marjorie Clayman (Clayman Advertising, Inc.)
Menurut Marjorie Clayman, media sosial adalah alat pemasaran baru yang memungkinkan Anda untuk mengenal pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
3.      Sam Decker (Mass Relevance)
Sam Decker menyatakan Media sosial adalah konten dan interaksi digital yang dibuat oleh                   dan antara orang yang satu dengan yang lainnya.

Dari teori diatas, sosial media disimpulkan yakni alat untuk bersosial lewat dunia maya yang didalamnya terdapat satu orang atau lebih. Sifat nya sendiri transparan, menarik dan inspiratif. Ciri ciri dari sosial media itu sendiri :
      -          Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang       contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
      -          Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
      -          Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
      -          Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

2.       2. Ulasan Materi

                        Bersosialisasi menggunakan media sosial memang sangat menguntungkan terutama di usia remaja. Namun sejumlah studi menunjukkan, terlalu banyak menggunakan media sosial berhubungan dengan depresi, terutama pada remaja.
Dalam segi psikologis, hal ini terjadi lantaran kurangnya interaksi antar manusia dalam kehidupan nyata, dan cenderung untuk berpikir tidak realistis pada dunia. Ini menyebabkan rasa takut yang berlebih untuk melihat sosialisasi di dunia dan akan menimbulkan rasa ragu. Lalu, akibat yang diterima oleh si pengguna sosial media ini adalah kecanduan. Kecanduan disini berarti terus menerus untuk melihat aktivitas di dunia maya yang tanpa disadari oleh si pengguna sosial media bahwa dia tidak memiliki kehidupannya. Jadi, semakin introvert seseorang maka dia akan semakin aktif di media sosial sebagai pelampiasan.
Dilihat dari segi ekonomi, sosial media merupakan alat yang bagus untuk mempromosikan barang yang akan dijual. Disisi lain, pembeli tidak tau spesifikasi barang secara detail dan tidak bisa mencoba langsung. Maraknya media sosial di kalangan remaja, akhir-akhir ini mulai muncul anggapan semakin aktif seorang reamaja menggunakan sosial media maka akan dianggap keren dan gaul. Namun, kalangan remaja yang tidak mempunya media sosial akan dikatakan kuno. Padahal anggapan ini akan memunculkan kesan eksistensi diri. Tidak jarang, remaja yang menggunakan sosial media terus membuat pencitraan atas dirinya. Dalam mencapainya tujuannya, remaja berusaha mengembangkan perilaku yang mendukung perannya tersebut. Ini dilakukan agar mereka dapat memamerkan apa yang mereka punya.

2.       3. Solusi

                   Dilihat dari masalah di atas, solusi untuk menyelesaikannya ada bermacam-macam. Pertama, harus rendah diri agar tidak terlalu pamer. Ini adalah sifat dasar yang diserang jika remaja kecanduan sosial media. setiap saat mereka akan memamerkan apa yang mereka sedang atau punya. Kedua, jangan mudah terpancing emosi. Sosial media adalah sarana kita bebas berpendapat. Banyak remaja yang menyampaikan aspirasi mereka terhadap kegelisahan lingkungan. Tanpa mereka sadari, banyak yang melihat mereka berbicara di sosial media. Akibatnya, orang lain yang membaca kegelisahan mereka akan merasa tersinggung akan kalimatnya. Mereka yang tersinggung menyerang dengan memunculkan kalimat-kalimat aneh untuk menjelekkan si pembuat aspirasi tersebut.
Ketiga, gunakan bahasa yang baik. Kalimat yang baik dan benar dipakai agar si pembaca status tersebut lebih memahami apa yang terjadi di lingkungan tersebut. Sering kita lihat bahasa formal yang biasanya ditulis jarang ditemukan. Bahkan, yang kita dapat hanya bahasa yang dibuat oleh si penulis status tersebut yang tanpa kita sadari dipakai untuk percakapan kepada orang lain.


BAB III
Penutup
3.       1. Kesimpulan

          Dalam kehidupan yang selaras dengan IPTEK, harusnya kita sebagai manusia tau apa yang kita butuhkan dan apa yang tidak. Dengan adanya sosial media, remaja butuh untuk beberapa kegiatan positif. Tetapi, ada beberapa aktivitas negatif jika terlalu menggunakan sosial terlalu sering.
Dampak positif dari media sosial adalah mudahnya kita menerima informasi dari berbagai orang, remaja bisa bebas berpendapat, dengan menggunakan sosial media, kita bisa mendapatkan teman dari berbagai penjuru dunia dan banyak lagi positifnya.
Sosial media juga mempunyai dampak negative diantaranya adalah :
1.       Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahas tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
2.       Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
3.       Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit membedakan anatara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
4.       Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru di kenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.

3.       2. Penutup
           
Demikianlah makalah yang penulis buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena Penulis hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan penulis juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Daftar Pustaka

http://www.academia.edu/9267620/Pengaruh_Sosial_Media_Terhadap_Gaya_Hidup_Masyarakat
http://komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-komunikasi/1193-dampak-dan-solusi-sosial-media

Comments

Popular posts from this blog

NEW MEDIA APLIKASI

Implementasi komputasi di bidang Matematika

PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI