Kemiskinan dalam IPTEK
Kemiskinan dalam IPTEK
Kata Penghantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpah
karunia Rahmat dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan atau pedoman bagi pembaca.
Tangerang, 9 Januari 2015
Abiyu Daniswara
DAFTAR ISI
Cover
..................................................................................................................................
1
Kata
Penghantar .................................................................................................................
2
Daftar
Isi .............................................................................................................................
2
BAB
I PENDAHULUAN ..................................................................................................
3
1.1.
Latar
Belakang.............................................................................................................
3
1.2. Rumusan
Masalah........................................................................................................
3
1.3.
Tujuan.......................................................................................................................... 3
BAB
II ISI
MAKALAH.....................................................................................................
4
2.1.
Pengertian
Teknologi...................................................................................................
4
2.2. Pengertian
Kemiskinan................................................................................................
4
2.3. Hubungan Teknologi dan
Kemiskinan.........................................................................
5
2.
4. Cara mencegah miskin IPTEK ...................................................................................
6
BAB
III PENUTUP .............................................................................................................
7
3.1.
Kesimpulan..................................................................................................................
7
3.2.
Saran...........................................................................................................................
7
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan
teknologi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Ilmu pengetahuan merupakan
sumber segala pengetahuan manusia dan dibantu perkembangannya dengan teknologi.
Ilmu
pengetahuan sejalan perkembanganya dengan teknologi sehingga mengakibatkan
kemiskinan yang dikarenakaan perubahan keadaan yang fundamental. Kemiskinan
merupakan sub sistem dari sistem kemasyarakatan karena pola relasi antara
manusia.
1. 2. Rumusan masalah
Apa pengertian dari IPTEK ?
Apa pengertian dari kemiskinan ?
Apa yang menyebabkan masyarakat buta atau miskin
IPTEK ?
1. 3. Tujuan
1. Pembaca mampu mengetahui pengertian dari IPTEK
dan Kemiskinan
2. Mampu mengetahui penyebab miskinnya masyarakat
terhadap dunia IPTEK
3. Solusi untuk memperkaya IPTEK
BAB II
PEMBAHASAN
2. 1. Pengertian IPTEK
Ilmu adalah suatu pemahaman tentang suatu
pengetahuan, yang memiliki fungsi untuk mencari, menyelidiki, dan menyelesaikan
suatu hipotesis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang teleh teruji
kebenarannya. misalnya, pengetauan tentang sikap dan prilaku manusia sebagai
mahluk sosial, kemudian pengetahuan itu di selidiki oleh para ahli menggunakan
metode-metode tertentu, dan ternyata pengetahuan tersebut memang benar bahwa
manusai itu mahluk sosial, maka dari itu pengetahuan tersebut dikatakan sebagai
ilmu yaitu ilmu sosial.
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui atau
disadari seseorang yang didapat dari pengalamannya. pengetahuan tidak bisa
dikatakan sebagai sebuah ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan
muncur dikarenakan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah
dilihatnya.
Teknologi
merupakan suatu penemuan melalui proses metode ilmiah untuk mencapai tujuan
yang maksimal. teknologi juga dapat diartikan sebagai sarana manusia untuk
menyediakan kebutuhan.
Dengan
demikian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) adalah suatu ilmu yang
berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia.
2. 2. Pengertian
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat
berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh
kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang
memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya
melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya
dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll. Kemiskinan dipahami dalam berbagai
cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup
kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan.
Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan
pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk
keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi
dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan
sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup
masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang
ekonomi.Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran
yang lainnya.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan
yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi
bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat
diatasi dengan mencari objek penghasilan diluar profesi secara halal.
Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
2. 3. Hubungan
Teknologi Dengan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal
yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu
pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui
“bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan
teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam
suatu sistem yang saling berinteraksi.
Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan,
sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya. Ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu
kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum
pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu
pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral
dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau
mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu
mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan
bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan
dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka
nasional seperti kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah
buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari
struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan
teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya
perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh
struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber
kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Semuanya merupakan sub sistem atau
sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan
belum dapat membaca maupun menulis. sedangkan salah satu cara memberantas
kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis,
seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih
layak dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah
seorang pengamen untuk berpikir kreatif dan memulai membuka suatu usaha dengan
memanfaatkan teknologi yang ada.
2. 4. Cara mencegah
miskin IPTEK
Ilmu pengetahuan memang tidak terbatas. Ibarat waktu
yang terus berputar, IPTEK semakin lama
semakin berkembang pesat. Namun, apabila digunakan secara optimal maka
masyarakat yang miskin akan IPTEK akan menjadi makmur dan menjadikkan
masyarakat lebih maju. Dengan begitu, masyarakat bisa maju di berbagai bidang. Seperti
di bidang perdagangan yang dengan memanfaatkan IPTEK akan lebih cepat barang
terdistribusi dengan baik.
Tetapi agar mencegah masyarakan
miskin akan IPTEK, hal yang perlu dilakukan pemerintah agar masyarakat
terhindar dari miskin nya IPTEK dengan :
1. Meningkatkan partisipasi
dan kesadaran masyarakat akan manfaat IPTEK
Saat ini, apresiasi masyarakat umum akan potensi IPTEK
sebagai alat bantu untuk mengurangi kemiskinan masih sangat rendah. Kesadaran
akan potensi IPTEK untuk penanggulangan kemiskinan harus ditingkatkan dengan
melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders). Masing-masing
stakeholders melaksanakan peran yang dapat dilakukannya. Lebih jauh, pendekatan
ini diharapkan dapat menggugah kaum miskin itu sendiri agar mereka sadar akan
eksistensi dan dapat merasakan manfaat/keuntungan yang dapat diperoleh dari
penggunaan IPTEK. Karena itu, membangun kesadaran dan meningkatkan partisipasi
masyarakat akan manfaat IPTEK perlu dilakukan secara kolektif, simultan dan
terus-menerus di setiap lapisan masyarakat.
Peningkatan kesadaran ini dilakukan melalui
penyelenggaraan aktivitas seperti seminar, kampanye melalui media massa, focus
group discussion, konsultasi partisipatif, dan lain-lain. Di tingkat masyarakat
pengguna, peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan melalui pertemuan dengan
masyarakat desa (open community meeting) yang dilakukan sejak awal.
Pemerintah Kota Denpasar, dengan bekerja sama dengan
pihak swasta dan perguruan tinggi terkait, telah menyelenggarakan
seminar-seminar yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi untuk berbagai bidang, seperti pendidikan, pertanian, perindustrian
dan perdagangan.
2. Infomobilisasi
Infomobilisasi merupakan kumpulan kegiatan partisipatif
yang memastikan agar IPTEK berdampak optimal dalam pembangunan komunitas
tertentu. Infomobilisasi memberikan cara untuk merancang IPTEK dan sistem
sosial secara berbarengan melalui proses partisipatif dan bertahap. Para
perancang IPTEK dan kelompok-kelompok masyarakat sasarannya secara bersama-sama
menentukan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengembangkan cara-cara
baru bagi pencapaian tujuan-tujuan kelompok atau masyarakatnya. Hanya jika
sumber-sumber internet menjadi alat yang berguna untuk mengubah kehidupan
sehari-hari, maka IPTEK mencapai potensi optimalnya untuk pembangunan. Dengan
telah terbangunnya infrastruktur jaringan cyber school, jaringan dinas
kesehatan, jaringan perijinan dan jaringan kependudukan di Kota Denpasar sangat
memungkinkan untuk mengoptimalkan kegiatan infomobilisasi ini.
3. Menyediakan akses
informasi
Menyediakan akses bersama dalam bentuk komputer dan
internet serta bentuk-bentuk IPTEK lainnya dalam suatu tempat yg disebut
telecenter atau Community Access Point adalah media dan cara yang paling
realistis untuk menjangkau kalangan masyarakat miskin. Salah satu tantangan
terbesar telecenter adalah menyediakan informasi dan layanan yang relevan untuk
masyarakat. Agar dapat berjalan berkesinambungan, masyarakat setempat harus dapat
merasakan manfaat yang dapat ditarik dari telecenter. Manfaat ini secara
ekonomis dapat dirasakan melalui peningkatan penghasilan atau mengurangi
pengeluaran.
Dalam blueprint pengembangan e-government Pemerintah
Kota Denpasar, tiap tahun diupayakan terbangun penambahan terminal akses
informasi bagi masyarakat. Saat ini Dinas Pertanian sedang membangun
infrastruktur jaringan internet ke beberapa pusat informasi pertanian.
Diharapkan access point di pusat informasi pertanian ini dapat dimanfaatkan
oleh para petani dan masyarakat disekitarnya, untuk meningkatkan produksi
pertaniannya. Sedangkan tahun 2008 nanti, Dinas Koperasi akan membangun
infrastruktur jaringan ke koperasi-koperasi yang ada di Kota Denpasar, sehingga
diharapkan media akses informasi untuk masyarakat semakin banyak dan merata.
4. Mengembangkan SDM
Dalam konteks pengentasan kemiskinan, mengembangkan
SDM merupakan program utama pembangunan. Dipercaya bahwa rendahnya inisiatif
masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan dengan cara mereka sendiri adalah
salah satu faktor penghambat pembangunan. Rendahnya inisiatif ini terjadi
antara lain karena masyarakat tidak berdaya. Masyarakat akan lebih berdaya
apabila mereka berhasil mengembangkan kemampuannya. IPTEK dapat memberikan
sumbangan untuk mempercepat proses pengembangan kemampuan tersebut, baik itu
proses pembelajaran formal maupun pelatihan. Dalam proses pembelajaran,
teknologi informasi dapat berperan dalam proses pembelajaran jarak jauh. Proses
pembelajaran jarak jauh juga dapat dimanfaatkan untuk proses pelatihan bagi
berbagai kelompok masyarakat, misalnya usaha kecil dan menengah. Jaringan Cyber
School yang telah terbangun juga menyediakan fasilitas elearning yang dapat
dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dan pelatihan.
5. Membangun kepemimpinan
yang menjadi tauladan
Upaya mengurangi kemiskinan dengan bantuan IPTEK
akan berhasil jika di dorong oleh para pemimpin lokal baik formal maupun
informal. Masyarakat pedesaan umumnya adalah masyarakat tradisional yang
menempatkan tokoh pimpinan, baik formal maupun informal, sebagai panutan. Para
pemimpin tersebut perlu diyakinkan akan efektivitas IPTEK dalam membidik
sasaran-sasaran pembangunan yang ditetapkan. Membina pemuka masyarakat agar
sadar IPTEK adalah yang salah satu langkah awal yang perlu dilakukan. Dengan
demikian manfaat IPTEK dapat cepat disebarluaskan kepada masyarakat banyak
melalui para pemuka masyarakat tersebut.
6. Kemitraan
Tentunya insiatif mengurangi kemiskinan dengan
menggunakan IPTEK ini tidak dapat dilakukan tanpa kerjasama dengan pihak-pihak
yang terkait sesuai kompetensinya masing-masing. Penggalangan kemitraan adalah
bagian penting dari program IPTEK dan dimaksudkan terutama untuk mendukung
pengembangan kemampuan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
3. 1. Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan Teknologi sangat erat kaitannya
dengan kemiskinan. Pada era informatika sekarang, banyak pengetahuan baru yang
harus dipelajari masyarakat agar tidak tertinggal dengan dunia. Agar pengetahuan
tersebut dapat didapat dengan mudah, diperlukan informasi – informasi yang
lengkap serta minat belajar yang tinggi. Sebab, tanpa adanya dua hal tersebut,
IPTEK di kalangan masyarakat akan menjadi berkurang atau miskin.
3. 2. Saran
Bagi masyarakat menengah kebawah, seharusnya selalu
berusaha untuk bisa maju dan janganlah menjauh dari yang namanya pengetahuan
teknologi. Karena di zaman yang modern ini, teknologi sudah berkembang sangat
pesat. Jika tidak mau mengikuti perkembangan teknologi, maka akan selamanya
tertinggal.
Dan
bagi masyarakat menengah keatas, seharusnya peduli terhadap sesama terutama
orang miskin. Agar mampu membantu dalam segi ekonomi dan pengetahuan.
Sumber :
https://kobongobong.wordpress.com/2011/12/29/iptek-dan-kemiskinan
Comments
Post a Comment